Gelaran Sabang International Freediving Championship 2019 yang diikuti 40 atlet dari 16 negara di Teluk Balohan mendapat pujian dari para peserta.

Kegiatan SIFC 2019 yang digelar mulai 2-7 November tersebut tidak begitu jauh dari lokasi pelabuhan penyeberangan Balohan.

Para peserta selam bebas ini menjajal laut Sabang dengan kedalaman bervariasi hingga 100 meter. Event ini digelar setiap tahun dan peserta dari berbagai negara.

Atlet Freediving dari Jepang, Mariko Kaji, menilai teluk Balohan memiliki kelebihan tersendiri untuk lokasi freediving. Apalagi, airnya hangat, arus air tidak begitu kencang dan permukaan air yang tenang. Hal itu membuat para penyelam bisa menikmati menyelam dengan nafas tunggal.

“Airnya hangat, enggak ada arus dan sangat bisa (untuk pemula), yang jelas enggak ada arus, permukaannya tenang dan aman untuk freediving,” kata Mariko, Kamis (7/11/2019).

peserta freediving sabangAtlet freediving dari Meksiko, Surya Lecona, mengatakan, Sabang menjadi tempat yang asyik untuk menyelam. Selain kejernihan airnya, ia juga mengagumi adat budaya yang ada di Sabang, seperti tradisi tarik pukat.

“Di sini enak, nyaman, performance kami di bawah laut bisa stabil, ini tempat paling bagus (lokasi freediving balohan) menurut saya,” ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sabang, Faisal mengatakan, Sabang memiliki lokasi yang ideal untuk freediving, berjarak sekitar 100 meter dari bibir pantai dengan kedalaman mencapai sekitar 120 meter.

“Sangat jarang ditemui lokasi penyelaman khusus freediving yang potensial seperti ini, maka ini merupakan salah satu kekayaan yang dimiliki oleh Sabang dan layak kita manfaatkan untuk kemudian kita promosikan. Kegiatan freediving ini merupakan sebuah kejuaraan kelas dunia,” kata dia.

//Sumber