Banda Aceh (Antaranews Aceh) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh menyatakan ibu kota Provinsi Aceh itu masih kekurangan desa tangguh bencana.

“Banda Aceh masih kekurangan desa tangguh bencana. Padahal, kota ini masuk wilayah rawan bencana,” kata Kepala BPBD Kota Banda Aceh Fadhil di Banda Aceh, Kamis.

Hingga saat ini, ungkapnya Kota Banda Aceh baru memiliki lima gampong atau desa tangguh bencana. Padahal, hampir setengah dari 90 desa di Kota Banda Aceh masuk wilayah rawan bencana.

Lima desa gampong tangguh bencana tersebut yakni Gampong Alu Deah Tengoh dan Gampong Deah Glumpang di Kecamatan Meuraxa.

Kemudian Gampong Jawa dan Gampong Pande di Kecamatan Kutaraja. Gampong Lampulo di Kecamatan Kuta Alam serta Gampong Tibang di Kecamatan Syiah Kuala.

Indikator sebuah desa tangguh bencana, sebut Fadhil masyarakat memiliki kemampuan menghadapi bencana, serta mampu memulihkan diri setelah bencana, dan memiliki regulasi penanggulangan bencana.

“Kemudian memiliki peta bencana seperti jalur evakuasi ketika bencana tersebut. Serta memiliki rencana penanggulangan bencana berkelanjutan,” jelas dia.

Menurutnya untuk menjadikan sebuah desa tangguh bencana membutuhkan sumber daya. Termasuk anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp400 juta.

“Dengan kemampuan terbatas, kami terus berupaya memperbanyak desa tangguh bencana. Selain dengan diri sendiri, kami juga mengajak lembaga lahir membentuk desa tangguh bencana di Kota Banda Aceh,” kata Fadhil.