BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM – Pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh sudah mengusulkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) untuk kasus pengadaan alat kesehatan CT Scan di RSUDZA Banda Aceh senilai Rp 39 miliar yang bersumber dari APBD Tahun 2008.

Padahal dalam kasus korupsi tersebut,  Kejati Aceh telah menetapkan tersangka yakni mantan Direketur RSUZA,  TM.

Kajati Aceh, Irdam, usai pelantikan dan sertijab Wakajati Aceh yang baru yakni M Yusuf di Kantor Kejati Aceh, Rabu (23/1/2019), mengatakan pihaknya sudah mengusulkan, tinggal menunggu persetujuan Kejagung.

Menurutnya, hal itu dilakukan karena kerugian negara yang timbul karena kasus itu telah dikembalikan dan kini tak ada lagu kerugian negara yang terjadi. “Ini hanya kesalahan administrasi saja, semua kerugian negara sudah dikembalikan sehingga tindak pidananya sudah tidak terpenuhi,” ungkap Irdam.

Ini dilakukan, lanjutnya, agar ada kepastian hukum atas kasus yang sudah berjalan sejak 8 tahun tersebut. “Ini supaya ada kejelasan hukum dan tidak berlarut, sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya, jadi tidak ada intervensi dari pihak manapun,” jelasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Kejati Aceh menetapkan mantan Direktur RSUDZA Banda Aceh yang berinisial TM sebagai tersangka dalam kasus itu. Ini dilakukan bersama dengan penetapan TBE sebagai tersangka pada Juli 2014 lalu.

Selain TM, Kejati Aceh juga menetapkan tiga tersangka lain sebelumnya yakni SU selaku Ketua Pokja, MHR selaku Sekretaris Pokja serta BI selaku Kuasa Direktur CV Mutiara Indah Permai dalam kasus yang menimbulkan kerugian negara senilai Rp 15 miliar lebih ini.