Banda Aceh (Antaranews Aceh) – Direktur Roundtable On Sustainable Palm Oil (RSPO) Indonesia Tiur Romondang menyatakan butuh kolaborasi semua pihak dalam mengatasi konflik satwa yang sering terjadi di Provinsi Aceh selama ini.

“Semua pihak harus ikut terlibat untuk mengidentifikasi terhadap lokasi-lokasi yang kerap menjadi jalur perlintasan gajah sehingga dapat meminimalisir konflik satwa,” kata dia di Banda Aceh, Rabu.

Pernyataan itu disampaikan dia ketika menanggapi adanya konflik satwa di wilayah perkebunan yang terjadi di provinsi ujung paling barat Indonesia tersebut dalam beberapa minggu terakhir.

Ia menjelaskan dalam menjalankan usahanya, perusahaan harus melihat daerah konsesinya yang harus tetap terjaga lingkungannya, termasuk mengeluarkan potensi tanamnya jika menjadi lintasan satwa, seperti gajah.

“Artinya, dalam identifikasi wilayah dan konservasi kawasan perlu adanya dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah, karena perusahaan tidak memiliki keahlian untuk hal tersebut,” kata dia.

Ia juga meminta kepada lembaga pemerhati lingkungan dan semua pihak untuk memberikan masukan kepada perusahaan serta ikut berkontribusi dalam menjaga kawasan yang telah dikeluarkan dari daerah potensi tersebut.

“Semua pihak harus terlibat dalam kebijakan dari perusahaan sawit dan harus didukung oleh pemerintah daerah, termasuk dengan menyampaikan informasi terhadap kawasan tersebut,” kata dia.

Pihaknya optimistis dengan dukungan semua pihak akan menjadi salah satu solusi yang baik dalam menangani persoalan konflik satwa yang kerap terjadi di provinsi berpenduduk sekitar lima juta jiwa itu.