View this post on Instagram

One of the most iconic junction in Banda Aceh. Simpang 7 ulee kareng, pemegang rekor simpang terbanyak di Banda Aceh, yang menghubungkan Ie Masen, Lam Gapang, cot irie, Lamreung, Lam glumpang. Di sana juga ada mesjid kebanggaan ulee kareng dan pasar tradisional yg masih hidup diantara pasar tradisional lainnya yang ada di Banda Aceh. Di sini kalau sore juga terdapat apam keubeu terenak sebanda aceh yang pake ketan itam. Aduh jam segini ingat-ingat itu bikin tersiksa harus nunggu sampe sore. Kalau kalian berumur lebih tua mungkin kalian akan tau betapa Cafe Terapong di jalan lamreung itu cukup ganas menancapkan cakarnya sebagai cafe hits anak2 hits Banda Aceh. Dulu kalau belum duduk di terapong atau solong, belum ada stempel basah sebagai anak gaul Banda. Photo credit to @mrizaandrian – Simpang tujoh ulee kareng #kotaBandaAceh #BandaAceh #Aceh #uleekareng

A post shared by Banda Aceh (@kotabandaaceh) on

 

Visitbandaaceh.com – Mungkin bagi yang sering lewat persimpangan biasa menemukan simpang dua, tiga atau empat. Bagaimana dengan kawasan yang memiliki 7 Simpang!!! Bisa dibayangkan padatnya aktifitas disini apalagi terletak di pusat pasar.

Simpang 7 Ulee Kareng terletak di pusat pasar Ulee Kareng, kawasan ini juga terkenal dengan kawasan “Senior”nya warung kopi Aceh. Seperti warung kopi solong dan cut nun. Ini contoh warung kopi gaek yang sudah puluhan tahun berdiri, dan saat ini banyak warkop-warkop baru khususnya warkop arabika yang kebun kopinya di tanah gayo.

Di dekat simpang ini juga ada masjid besar Ulee Kareng, Masjid Baitusshalihin sehingga bagi yang ngopi disini akan sangat mudah menjangkau masjid untuk shalat berjamaah tepat waktu.