Cegah Penyebaran Covid-19, Museum Aceh Disemprot Cairan Desinfektan

Pengelola Museum Aceh di Banda Aceh melakukan penyemprotan disinfektan ke area-area yang sering disentuh pengunjung, baik di dalam maupun luar gedung tersebut, Selasa (17/3/2020).

“Penyemprotan ini kami lakukan untuk menetralisir bakteri-bakteri yang menempel di tempat-tempat yang kerap dipegang pengunjung,” kata Kepala UPTD Museum Aceh Mudha Farsya.

Mudha Farsya mengatakan penyemprotan ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau covid-19 di Museum Aceh.

“Pegawai tetap masuk bekerja. Kami akan terus melakukan penyemprotan cairan disinfektan ini. Kami sudah menjadwalkan setiap siang juga akan dilakukan penyemprotan,” kata Mudha Farsya.

Pengelola Museum Aceh di Banda Aceh melakukan penyemprotan disinfektan ke area-area yang sering disentuh pengunjung, baik di dalam maupun luar gedung tersebut, Selasa (17/3/2020).

Sementara wisatawan yang berkunjung ke Museum Aceh yang terletak di pusat kota Banda Aceh itu hanya bisa melihat dari luar setelah pengelola menutup museum guna mengantispasi penyebaran covid-19.

“Sebelum adanya imbauan untuk menutup tempat wisata, pengunjung yang datang ke Museum Aceh terus meningkat,” kata Mudha Farsya.

Pada Januari 2020, kunjungan ke Museum Aceh sebanyak 4.600 orang, meningkat di Februari mencapai 5.200 orang, dan hingga 13 Maret 2020, pengunjung yang datang mencapai 2.489 orang yang didominasi dari Malaysia.

//Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *