Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages


Disbudpar Aceh Jaring Masukan dari Pelaku Industri Digital

Keberadaan ekosistem digital dinilai begitu berperan untuk melakukan berbagai jenis promosi, mulai dari keberadaan media sosial, hingga konten-konten positif yang bisa membantu meningkatkan citra pariwisata di Aceh.

Atas dasar itulah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menggelar pertemuan dengan pegiat kreatif digital Aceh yang terdiri dari komunitas startup, influencer, dan konten kreator di Imperial Kitchen Banda Aceh, Rabu (12/22020).

Keberadaan ekosistem digital dinilai begitu berperan untuk melakukan berbagai jenis promosi, mulai dari keberadaan media sosial, hingga konten-konten positif yang bisa membantu meningkatkan citra pariwisata di Aceh.

Dalam pertemuan tersebut, Kadisbudpar Aceh Jamaluddin yang didampingi Sekretaris Disbudpar Aceh Zulkifli ikut menjaring sejumlah masukan dan saran untuk kemajuan pariwisata di Aceh.

“Masukan ataupun saran-saran yang membangun dari para kreatif digital tentu sangat kita butuhkan, sehingga nantinya promosi kebudayaan dan pariwisata akan muda dijangkau oleh semua kalangan,” sebut Jamaluddin.

Keberadaan ekosistem digital dinilai begitu berperan untuk melakukan berbagai jenis promosi, mulai dari keberadaan media sosial, hingga konten-konten positif yang bisa membantu meningkatkan citra pariwisata di Aceh.

Adanya pertemuan ini, kata Jamal, tentu menjadi hal positif dan diharapkan bisa terus berlanjut untuk bisa saling berkomunikasi dalam semangat memajukan pariwisata yang ada di Aceh.

“Tahun 2020 sendiri, Disbudpar Aceh sendiri juga akan merilis 100 calendar of event, tentunya ragam event tersebut tentunya sangat perlu untuk dipromosikan agar kunjungan wisatawan ke Aceh meningkat,” tambah Jamal.

Jamal juga menjabarkan, ada empat titik fokus destinasi pariwisata di Aceh yang terus dikembangkan, mulai dari Sabang, Banda Aceh, Dataran Tinggi Gayo, dan Aceh Singkil.

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut juga dihadiri oleh Kabid Pemasaran dan staf, Kepala UPTD Museum Aceh dan Penasehat Khusus Gubernur bidang Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.

Keberadaan ekosistem digital dinilai begitu berperan untuk melakukan berbagai jenis promosi, mulai dari keberadaan media sosial, hingga konten-konten positif yang bisa membantu meningkatkan citra pariwisata di Aceh.

//Sumber

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *