Hadirnya media sosial saat ini sangat membantu dalam melakukan promosi pariwisata, tentunya mulai dari destinasi, atraksi, hingga produk dan paket wisata bisa diberdayakan lewat digital.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Jamaluddin disela-sela menghadiri kegiatan Ngobol Seputar Opini (NGOPI) di Warkop Jasa Ayah Ulee Kareng, Jumat (5/4/2019) sore.

Lebih lanjut, Jamaluddin juga menyebutkan, selain hal promosi di era digital, Aceh saat ini juga konsen dalam halal tourism.

“Wisata halal itu menjadi konsen kita saat ini, hal kecil saja seperti soal kuliner baik makanan dan minuman yang disajikan itu harus higienis, kita harapkan ke depan tempat makan ada sertifikasi halalnya,” ujarnya selaku narasumber NGOPI.

Dalam kesempatan yang sama, Jamaluddin juga menyinggung soal pemandu wisata di Aceh yang bisa melibatkan orang lokal.

“Tour guide harus bisa menjual wisata ke turis, orang lokal yang ada di sekitar tempat-tempat wisata juga harus dilibatkan, sehingga ada banyak hal-hal positif yang bisa diceritakan langsung ke turis lewat pengalaman penduduk lokal,” sebutnya.

Kegiatan NGOPI sendiri diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Aceh yang bekerjasama dengan Djati FM, selain menghadirkan Kadisbudpar Aceh juga ikut juga menjadi narasumber budayawan Aceh Adli Abdullah.

Go to Source