Komisi X DPR RI Kunjungi Sejumlah Situs Sejarah di Aceh Besar

Rombongan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI melakukan kunjungan kerja ke sejumlah titik dan lokasi sejarah yang ada di Aceh Besar.

Para rombongan tersebut tiba di Banda Aceh pada hari Jumat (28/2/2020) yang disambut langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM).

Usai lawatan ke beberapa sekolah, rombongan Komisi X DPR RI dan Kemenparekraf pada hari Sabtu (29/2/2020) juga menggelar kunjungan kerja untuk melihat sejumlah lokasi bersejarah yang ada di Aceh Besar.

Rombongan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI melakukan kunjungan kerja ke sejumlah titik dan lokasi sejarah yang ada di Aceh Besar.

Perwakilan Komisi X DPR RI Ferdiansyah, menyebutkan, kunjungan kerja untuk melakukan pembinaan di daerah serta menjaring aspirasi dari pemerintah daerah serta masyarakat Aceh dan melihat langsung kondisi situs sejarah yang ada di Aceh Besar untuk dikembangkan.

“Kunjungan pertama kami dimulai benteng Indrapatra dan beberapa situs sejarah, disini kita melihat langsung bagaimana kondisi peninggalan sejarah bersama perwakilan dari Kemenparekraf,” sebut Ferdi.

Lebih lanjut, kata Ferdi, dalam kunjungan ini, beberapa potensi situs sejarah kedepannya juga perlu dikembangkan, khususnya menjadi destinasi sejarah atau pariwisata minat khusus.

Rombongan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI melakukan kunjungan kerja ke sejumlah titik dan lokasi sejarah yang ada di Aceh Besar.

Dalam kunjungan ke Indrapatra, Kasie Permuseuman dan Cagar Budaya Disbudpar Aceh Yudi Andika juga turut mendampingi rombongan untuk menjelaskan secara singkat terkait sejarah Aceh Lhee Sagoe yang terdiri dari Indrapatra, Indrapurwa, dan Indrapuri.

Tidak hanya benteng Indrapatra, rombongan juga diajak ke makam Laksamana Malahayati yang turut didampingin juga oleh perwakilan BPCB Aceh yang menjelaskan tentang situs tersebut serta pentingnya pelestarian situs makam dan mengusulkan untuk pembukaan lahan parkir yang luas bagi para pengunjung situs apalagi saat ramai pengunjung yang didominasi oleh wisatawan Malaysia.

Menjelang siang, rombongan Komisi X DPR RI dan juga Kemenparekraf juga disuguhkan hidangan khas Aceh dan langsung menikmatinya di salah satu desa wisata, Gampong Nusa, Kecamatan Lhoknga.

Rombongan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI melakukan kunjungan kerja ke sejumlah titik dan lokasi sejarah yang ada di Aceh Besar.

Sejumlah makanan khas Gampong Nusa seperti kuah belangong, sawi laut, sayur kelor, ayam tangkap, dan aneka hidangan lainnya yang disajikan secara tradisional dengan kearifan lokal yang ada di desa setempat.

Usai makan siang, para rombongan juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke Museum Tsunami Aceh sebelum bertolak menuju bandara SIM.

“Adanya kunjungan kerja dari Komisi X DPR RI dan juga perwakilan dari Kemenparekraf ini tentu menjadi masukan khusus bagi pusat. Kita berharap potensi destinasi sejarah yang ada di Aceh Besar tersebut kedepan menjadi salah satu destinasi unggulan bagi wisatawan dengan minat khusus,” harap Kadisbudpar Aceh Jamaluddin usai menyerahkan cenderamata saat melepaskan rombongan tersebut.

Rombongan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI melakukan kunjungan kerja ke sejumlah titik dan lokasi sejarah yang ada di Aceh

//Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *