View this post on Instagram

"Barangsiapa mandi pada hari jumat sebagaimana mandi janabah, lalu berangkat menuju masjid, maka dia seolah berkurban dengan seekor unta. Barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) kedua maka dia seolah berkurban dengan seekor sapi. Barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) ketiga maka dia seolah berkurban dengan seekor kambing yang bertanduk. Barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) keempat maka dia seolah berkurban dengan seekor ayam. Dan barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) kelima maka dia seolah berkurban dengan sebutir telur. Dan apabila imam sudah keluar (untuk memberi khuthbah), maka para malaikat hadir mendengarkan dzikir (khuthbah tersebut).” (HR. Bukhari no. 881 dan Muslim no. 850) • • 📌 Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh • • #jakuaceh #ayokeaceh #pesonaaceh #cahayaaceh #WisataAceh #TheLightOfAceh #wonderfullaceh #pesonaindonesia #wisataindonesia #wonderfullindonesia #bandaaceh #aceh #indonesia #mesjidrayabaiturrahman • 📷 @rizki_amharriansyah

A post shared by Jak U Aceh (@jakuaceh) on

Visitbandaaceh.com – Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh adalah masjid kebanggaan rakyat Aceh. Masjid ini merupakan masjid yang dikelola oleh pemerintah provinsi Aceh. Terletak di pusat kota Banda Aceh, Masjid raya menjadi objek wisata utama setiap wisatawan yang berkunjung ke Aceh.
Tapi sayang, sampai sekarang di area Masjid masih sedikit informasi yang bisa diperoleh wisatawan seperti tidak adanya brosur profil Masjid Raya dan tidak adanya area museum. Padahal, Masjid raya memiliki banyak nilai sejarah. Seperti, Masjid ini pernah tiga kali dibakar oleh penjajah Belanda, dan jendral besar Belanda pernah ditembak mati oleh penembak jitu (sniper) Aceh.
Baca Juga  Detik-detik pergantian tahun, Satpol PP masih temukan kembang api