Dalam rangka meningatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Aceh, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh kembali menggelar familirization trip (farmtrip) dengan melibatkan pelaku industri pariwisata dari negeri jiran, Malaysia dan Brunei Darussalam.

Sebanyak dua belas orang dari tour operator dari Malaysia dan Brunei Darusaalam tiba di Banda Aceh, Jumat (4/10/2019) yang disambut langsung Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin.

“Kehadiran tamu-tamu pelaku wisata dari Malaysia dan Brunei ini untun mengenalkan destinasi wisata di Aceh. Khususnya wilayah tengah, yakni dataran tinggi Gayo, baik Bener Meriah dan Aceh Tengah,” sebut Jamaluddin.

Bener Meriah dan Aceh Tengah, kata Jamaluddin, saat ini menjadi salah satu destinasi yang paling diminati oleh wisatawan baik manca negara maupun domestik.

Festival Rentak Melayu Raya di Kota Langsa. (ist)

“Pergerakan wisata di dataran tinggi Gayo saat ini dapat dilihat dari semakin tumbuhnya beberapa sektor industri pariwisata seperti penginapan, restoran, jasa pemandu dan meningkatnya kebutuhan layanan transportasi menuju destinasi,” pungkasnya saat menemani tamu famtrip menyantap makan siang di salah satu rumah makan di Banda Aceh.

Kegiatan famrtrip ini sendiri akan berlangsung hingga 7 Oktober, dimana pesertanya juga akan dikenalkan dengan potensi pariwisata di wilayah tengah Aceh, mulai dari kopi, agrowisata dan ragam budaya Gayo.

“Kita harapkan kegiatan ini mampu memberikan informasi yang menyeluruh bagi peserta famtrip, mulai dari spot wisata hingga nantinya bis mengemas dan menjual paket wisata ke Aceh Tengah dan Bener Meriah yang bisa mendatangkan wisatawan dari dua negara tersebut,” harap Jamal.

//Sumber