Salah satu upaya meningkatkan ketahanan budaya, salah satunya adalah pembinaan kebudayaan khususnya bagi generasi masa depan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin saat membuka lomba baca hikayat tingkat SMA dan sederajat di Museum Aceh, Sabtu (21/9/2019).

“Kegiatan lomba baca hikayat yang digelar Museum Aceh ini merupakan salah satu upaya meningkatkan ketahanan budaya melalui Pelindungan, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan sesuai dengan amanat UU Pemajuan Kebudayaan,” ungkap Jamaluddin.

Hal tersebut, tambah Jamaluddin juga sejalan dengan visi Museum Aceh untuk menjadikan museum sebagai jendela sejarah dan budaya bagi masyarakat.

“Kita berharap dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan Museum Aceh ini bisa menjadi daya tarik tersendiri dan menjadi tempat tujuan favorit bagi masyarakat khususnya dan mancanegara umum,” ungkapnya.

Kepala UPTD Museum Aceh, Mudha Farsyah juga menambahkan, lomba yang mengangkat tema “Kita Tingkatkan Minat Baca dan Peduli Sejarah Sebagai Identitas Kedaerahan” merupakan bagian dari program Museum Aceh tahun 2019.

“Adanya lomba seperti ini, kita mau masyarakat dan khususnya pelajar yang ada di Aceh untuk bisa dekat dengan museum dan kedepan bisa menjadikan Museum Aceh tujuan wisata budaya,” pungkasnya.

Kehadiran Museum Aceh, tambah Mudha, bisa dipromosikan lewat pelajar karena ruang edukasi terbuka lebar, serta melalui media sosial bagi masyarakat luas.

“Kita harapkan, Museum Aceh bisa menjadi salah satu pusat kajian, tempat belajar nilai-nilai budaya. Lewat kegiatan ini pula kita bisa mengenalkan fungsi dan peran museum kepada sekolah-sekolah,” harapnya.

Salah satu upaya meningkatkan ketahanan budaya, salah satunya adalah pembinaan kebudayaan khususnya bagi generasi masa depan. Kegiatan lomba baca hikayat ini sendiri diikuti oleh 40 peserta yang mewakili 20 sekolah baik dari Banda Aceh dan Aceh Besar.

Acara yang berlangsung sehari tersebut langsung diumumkan pemenangnya. Adapun dewan juri dalam lomba baca hikayat ini, yakni Cek Medya Hus, TA Sakti dan Yahlot Muhktasar.

Baca Juga  Pamerkan Memori Rekonstruksi, Museum Tsunami Aceh Tampilkan BARAK 9.1

“Hasil lombanya, juara I diraih MAS Darul’Ulum, Juara II SMA Insyafuddin, Juara III SMA Negeri 1 Darul Imarah. Adapu juara harapan I SMA Negeri 5 Banda Aceh, Juara Harapan II dan Harapan III masing-masing MAN 2 Banda Aceh dan MAN 1 Banda Aceh. Pemenang juga mendapat uang tunai dan sertifikat,” rinci Mudha.

//Sumber